IGCSE O and A level results - Singapore Scholarship
Empat
(4) tahun berlalu sudah beasiswa penuh yang diperoleh Emily, anak bungsu saya
untuk bersekolah di Singapura.
Sungguh
kami sekeluarga bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan kepada
pemerintah Singapura serta institusi Nanyang (sebuah grup scholars yang
mendanai beasiswa bagi anak anak berbakat di negara tetangga Singapura) yang
telah memberikan kesempatan kepada Emily.
Karena, dengan kemampuan keuangan keluarga, adalah suatu hal yang
mustahil kami sanggup mengirim anak sekolah ke luar negeri dengan biaya yang
begitu tinggi.
Beasiswa
yang diberikan berupa boarding (tempat tinggal), uang saku, makan dan uang
sekolah. Emily memperoleh beasiswa
tersebut setelah menjalani seleksi ketat berapa ratus murid. Ujian yang dilakukan
adalah IQ, Matematika dan Bahasa Inggris.
Kemudian, murid yang dinilai berbakat dipilih dan diberikan interviu
oleh pihak sekolah Singapura untuk penentuan finalnya.
Emily
mendapat tawaran beasiswa di tahun 2010 ketika masih duduk di SMP 2 Sutomo I Medan. Emily bersekolah di SD Nanyang ZhiHui, Jl Abdullah Lubis, sebelumnya. Bersamaan dengan waktu itu, ada 9 orang
lainnya (dua anak SMP2, dan tujuh anak SMP3) mendapatkan beasiswa penuh
tersebut. Di awal tahun 2011 semuanya memulai kehidupan
sekolahnya di SCGS (Singapore Chinese Girls’ School) di tingkat secondary three
(sama seperti SMP 3 di Indonesia) dan
selesai secondary di akhir tahun 2012.
Sungguh
suatu kebanggaan bagi keluarga kami, Emily mendapatkan 7 A1 (seven straight A) dan
mendapatkan award dari Singapore Chinese Girls’ School (SCGS) Singapore. SCGS adalah sekolah elit di Singapura dan
termasuk top 5 saat itu untuk tingkat secondary (SMP).
Tahun
2014 adalah tahun terakhir dari beasiswa, Emily menyelesaikan Junior Collegenya
(setara SMU di Indonesia) di Temasek Junior College (TJC) dengan angka yang
gemilang. Semua subject yang dia ambil
mendapat nilai “A”. Ini adalah suatu
pencapaian yang luar biasa bagus.
Perlu
diketahui untuk mendapatkan nilai A tidaklah gampang di sekolah Singapura, bahkan penduduk Singapura yang sudah terbiasa
berbahasa Inggris sejak kecil, tidak banyak yang mampu memperoleh nilai A untuk semua mata
pelajaran IGCSE “A” Level.
Kami sungguh
berbangga hati dan sangat bersyukur untuk pencapaian ini. Kerja keras, disiplin adalah kunci dari hasil diatas.
Saat ini, kami berharap agar anak buah hati kami ini bisa terus
melanjutkan pendidikan di Universitas luar negeri. Dengan pencapaian yang bagus ini semoga Tuhan
mengizinkan Emily melanjutkan studinya dengan memperoleh beasiswa. Semoga. Amin. (3 Maret 2015, Medan).
Labels: A level, Emily, IGCSE, O level, SCGS, scholarship, Temasek Junior College, TJC




<< Home